Selasa, 15 November 2011

Pis Bolong - Wisnu

Bhatara Wisnu:

Dalam ajaran agama Hindu, Wisnu (disebut juga Sri Wisnu atau Nārāyana) adalah Dewa yang bergelar sebagai shtiti (pemelihara) yang bertugas memelihara dan melindungi segala ciptaan Brahman (Tuhan Yang Maha Esa). Dalam filsafat Hindu Waisnawa, Ia dipandang sebagai roh suci sekaligus dewa yang tertinggi. Dalam filsafat Adwaita Wedanta dan tradisi Hindu umumnya, Dewa Wisnu dipandang sebagai salah satu manifestasi Brahman dan enggan untuk dipuja sebagai Tuhan tersendiri yang menyaingi atau sederajat dengan Brahman.

Kepercayaan Magis:

Pis bolong wisnu dipercaya mempunyai fungsi magis untuk penjaga diri,untuk memberikan ketenagan dan kedamaian hati bagi yg pemiliknya.

Pis Bolong - Yudistira

Tokoh:

Yudistira alias Dharmawangsa, adalah salah satu tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabharata. Ia merupakan seorang raja yang memerintah kerajaan Kuru, dengan pusat pemerintahan di Hastinapura. Ia merupakan yang tertua di antara lima Pandawa, atau para putera Pandu. Dalam tradisi pewayangan, Yudistira diberi gelar "Prabu" dan memiliki julukan Puntadewa, sedangkan kerajaannya disebut dengan nama Kerajaan Amarta.

Kepercayaan Magis:

Pis yudistira dipercaya mempunyai tuah untuk kewibawaan,kesabaran,keadilan,dan kejujuran bagi yg membawanya pis yudistira ini cocok dipakai oleh seorang pemimpin.

Pis Bolong atau Kepeng

Pis Bolong adalah jenis mata uang yang sampai saat ini memiliki arti penting bagi kehidupan beragama di Bali khususnya Agama Hindu. Melihat kegunaannya Pis Bolong pasti ada pada setiap upacara yang diselenggarakan di Bali baik itu dari Dewa Yadnya, Rsi Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, maupun Bhuta Yadnya.

Pis Bolong yang berbentuk uang logam dengan lubang segi empat di tengah dibuat dari campuran logam seperti perunggu, tembaga, atau kuningan. Melihat dari huruf yang tertera pada Pis Bolong ini tentunya sudah dapat diketahui dari mana asal mula Pis Bolong ini. Pis Bolong ini diperkirakan datang dari negeri Cina pada jaman kejayaan Majapahit untuk dijadikan alat pembayaran.

Kegunaan Pis Bolong pada saat ini tidak untuk alat pembayaran lagi tapi berfungsi sebagai Pis Sandangan dalam Upacara-upacara besar atau Sesari pada Kewangen. Pis Sandangan yang dibungkus dengan tapis dan diikat dengan anyaman dari bambu atau penyalin (rotan) sehingga berbentuk mirip kendi air. Jumlah keping dalam Pis Sandangan ini adalah SEPA SATUS ( Seribu Tujuh Ratus). Lebih kecil dari Pis Sandangan ini ada yang disebut Pis Andel Andel yang diikat dengan benang Tridatu sebanyak dua ratus keping. Pis Andel Andel digunakan dalam upacara yang lebih kecil.

Selain itu Pis Bolong juga digunakan saat Ngajum Sekah pada upacara Ngaben yang ditempatkan di atas kain putih yang telah digambari menyerupai anatomi tubuh manusia dan ditempel menggunakan jarum.

Selain sebagai alat transaksi pembayaran dan upacara, menurut penuturan para tetua di Bali bahwa Pis Bolong yang memiliki keunikan dan ciri tertentu selalu menjadi incaran. Pada saat itu dikalangan remaja ada yang gemar untuk mendapatkan PIS REJUNA yaitu uang bolong yang bergambar Tokoh Pewayangan yang paling cakap dalam memanah yaitu Sang ARJUNA. Pis Bolong bergambar Arjuna ini dipercaya bisa digunakan untuk memikat gadis yang menjadi incaran sang pemuda. Dengan simbol sang Arjuna ini diyakini akan dapat memanah Jantung Asmara sang gadis untuk dipersunting dijadikan istri. Sedemikian sulit dan kuatnya kepercayaan akan khasiat dari Pis Rejuna ini tidak sedikit di antara pemuda-pemuda yang kuat keinginannya untuk segera mempersunting gadis idaman ini berburu di malam hari ke tempat tempat yang angker untuk mendapatkan Pis Arjuna ini. Disamping Pis Arjuna ada juga yang disebut Pis Jaran yang dipercaya memiliki khasiat memberi kekuatan menyamai Kuda. Pis ini biasanya dipercaya digunakan di dalam pertandingan lari, sepak bola dan olah raga lain yang memerlukan stamina kuat untuk bertanding. Ada juga yang disebut Pis Tualen, Pis Sangut yang kegunaannya sesuai dengan karakter tokoh-tokoh yang ada dalam pewayangan itu.


Sumber @ http://www.babadbali.com